Setelah sekian lama menjadi pengangguran kelas paus pasca pengambilan
ijazah SMP,
Pagi ini aku disibukan membereskan berkas-berkas persyaratan untuk pendaftaran di SMA Darul Falah Cihampelas. Ijazah SMP, SKHUN, akta kelahiran dan berkas-berkas yang lainnya telah aku siapkan jauh-jauh hari. Ku kenakan baju putih beratribut lengkap, rok gorden biruku, kerudung sunami yang sudah mulai menguning, kaos kaki yang ditemani dengan sepatu pantopel Made in Cina kado dari kaka pertamaku minggu lalu, tas biru besar bergambarkan boneka abstrak juga ku pakai bros biru kupu-kupu kecil di krudungku tepatnya di depan dadaku untuk menyerasikan dengan warna tasku. Beberapa kali aku berputar-putar di depan cermin oval besar, betapa cantiknya aku, memastikan tidak ada setitik nodapun pada seragam dan kerudungku, sehingga aku bisa mengunjungi calon sekolahku dengan penampilan yang cukup baik, tidak ada goresan pensil, bercak-bercak kecap dan virus-virus mematikan yang lainnya.
Waktu menunjukan pukul 06:14 dengan mantap aku melahap
mie instan kuah yang dibuatkan Ibu, sesekali ku teguk teh manis berukuran big sembari mataku focus pada Spongebob Squarpants edisi Cacing Alaska.
Suara Minerva menggangguku ketika menanti Shandy melumpuhkan cacing raksasa itu
. dengan terpaksa aku harus mengakhiri dan beranjak ke depan, dengan cepat ku
lahap mie instanku yang tinggal menyisakan beberapa helai saja dan menyeruput
kuah sotonya yang berhasil membuat sebagian molekulnya meluncur pada kerudungku
sehingga meninggalkan noda berwarna hijau di kerudungku. Awal yang kurang
baik -_-“.
Terpaksa aku harus menghiraukannya karena waktu sudah
siang, dengan pasti aku berlari ke hulu rumah untuk menemui jemputanku, yapp
kakakku yang akan mengantar ke SMA Dafa, ia juga mengajar disana jadi memudahkanku
untuk mendaftar disana. Ibu menyertaiku disana, kupegang tangannya dan ku luncurkan
ciuman mautku pada tangan sawo matangnya. Dengan sigap kunaiki si Minerva,
kostum yang cukup buruk dimana celana hitam menjadi dominan ketika aku duduk mengangangkang. Hmmm tak apa lah. Kakakku
segera menggerungkan motor besarnya itu, dan langsung memutarkan stangnya tiga
ratus enam puluh derajat yang berhasil membuatku terengah ke belakang.
Kunanti-nantikan moment ini sejak dulu
,dimana aku pergi mendaftarkan diri untuk menjadi 8siswi baru di SMA Dafa namun
bukan ditemani kakak tapi bapak, heuheuheu Allah berkehendak lain

Tidak ada komentar:
Posting Komentar